Cerpen Misteri
Cerita
sebelum tidur..?
Karya : Natasha Meiliana
Ibuku selalu menceritakan kisah yang menarik
sebelum tidur, yaa mungkin cerita ini agak aneh.. ia menceritakan kisah tanpa
judul yang membuatku penasaran akan jalan cerita berikutnya, misalnya aku sudah
tahu apa judul dan temanya aku pun sudah bisa menebak akan jalan cerita
berikutnya.. ibuku membuat aku terus menanti jam tidur untuk mendengarkan
cerita itu.
Sebelum iya menceritakan ceritanya, ia
menyanyikan aku sebuah lagu misterius yang aku tidak pernah ketahui sebelumnya
“my
sweet heart, my son.. have a nice sleep, have a sweet dreams, don’t let them
know where are you.. I love you, don’t let them know where are you.. cause
you’re my lovely..”
Aku selalu merasa takut dan mengantuk saat
mendengar nyanyian dari ibuku, tetapi aku tidak ingin tidur karna aku selalu
menantikan ibuku bercerita cerita itu. Pukul 9 malam tiba, ibuku kekamarku dan
membawakanku segelas susu dan sebuah kertas. Memang menurutku aneh.
Segera aku meminum susu yang ibu kasih
kepadaku, lalu aku bertanya mengapa ibuku membawa kertas untukku
“bu, buat apa kertas itu?”
“agar kamu tertidur herry sayang..”
“apakah itu sebuah cerita yang ingin ibu
ceritakan untukku?”
“…”
Ibuku tidak menjawab pertanyaan ku, aku
semakin penasaran dengan maksud dari kertas kosong itu.. ibuku pun menyanyikan
lagu itu lagi, lagu yang misterius dan melelapkan itu dan tanpa sadar aku
langsung tertidur.
Esokan harinya..
Aku terbangun dengan keadaan mata masih
lembam, dan aku segera membereskan tempat tidurku. Aku merapihkan bantalku dan
aku menemukan secarik surat yang terpotong
“Hari
ini ibu harus pergi, karna ada urusan yang penting. Jaga diri kamu baik baik
jangan lupa raih cita cita kamu! Ibu tidak lama perginya.. kamu disana bersama
ayahmu saja ya.. ibu takut meng..)”
Sebelum ibuku pergi ibuku sempat bercerita yang tidak bisa aku
tarik apa kesimpulan dari cerita itu.
“…wanita cantik itu
menghilang secara misterius dari kediamannya, ia mendapatkan siksaan dari
majikannya yang kejam itu.. dia mengejarku, dan aku harus pergi..”
Sebagian cerita aku lupa karna cerita yang aku sangat bertanya
Tanya hanyalah itu, aku beranjak keluar dari kamarku dan aku ke ruang makan.
Aku menemukan secarik kertas yang tersobek sobek, kertas lainnya hancur dan
masih ada kertas sobekan yang masih bisa terbaca
“… sebaiknya ibu pergi, dan
men..”
Aku tidak tahu lagi apa lanjutan dari surat itu, aku mencoba
mengumpulkan kertas yang tersobek sobek berhamburan itu dan aku berhasil
menyusun sebagian dengan kata kata yang tidak aku mengerti..
“… ayahmu yang bijak itu,
dia lah yang membuatku sa..”
Aku semakin penasaran.
Aku sempat diceritakan kisah misterius Dan aku masih tidak
mengetahui pesan apa yang terkandung dalam cerita yang sangat singkat tersebut.
“.. ayahmu, dialah factor kematian adikmu Lisa! Sesudah kematian
itu kami berusaha untuk menutupi semuanya agar orang lain tidak tahu apa yang
sebenarnya terjadi.. Ferry, jangan sampai kau pergi tinggalkan temanmu
sendirian. Karna kamu akan tahu sendiri apa akibatnya temanmu sendirian dengan
ayahmu.. penyihir itu mencoba mengelabui fikiran ayahmu lagi dengan cara
membunuh temanmu, karna penyihir itu membutuhkan darah agar dapat bertahan
hidup! Perlahan lahan.. gemuruh gemuruh.. dan terlelap..”
Ibuku tidak melanjutkan ceritanya, dan ia langsung menyanyikan
lagu misterius itu.
“Perlahan lahan, mereka datang! Jangan sampai kau terbunuh! Kamu
harus pergi sayang! Pergilah ke suatu
tempat agar kamu bisa bersembunyi sampai ayahmu mati!”
Terbangun dari tidurnya, Herry langsung ke kamar mandi dan
membasuh wajahnya dan berfikir apa yang dimaksud mimpi itu.
“apa yang terjadi..” dengan raut wajah yang bingung
Aku akan menghampiri ayahku dan bertanya apa maksud dari mimpi
itu, dan..
“Herry.. makanan sudah siap! Kamu ditunggu diruang makan bersama
ayahmu!” ucap bibi Mery.
Aku segera ke ruang makan daningin segera menanyakan apa maksud
dari mimpi tersebut.
“Aa.. yah?”
“…” sambil mengunyah makanan
“aku.. aku ingin..” pembicaraan herry terpotong karna ayahnya
menatap tajam anaknya.
Aku tidak tahu mengapa kenapa disaat aku ingin menanyakan hal yang
penting ini ayah malah pergi, dan makanannya pun belum selesai dimakan.. apakan
ayah marah?
Hujan deras disertai petir pun tiba, aku hanya bisa melihat
pemandangan itu dari jendela kamarku karna aku takut untuk keluar menemui
ayahku, pikiranku semakin aneh saat ayah tidak meresponku dan malah menjauh.
Aku ingin menanyakan hal yang sama kepada ayahku sekarang!
“kak herry!! Tolong” suara bias bias dari luar jendela.
Aku segera mencari sumber suara tersebut dan ternyata ada seorang
anak perempuan kecil yang memanggilku dari luar dalam keadaan basah kuyup
karena hujan, dan sebelum aku melangkah kearah pintu tiba tiba terdengar lagi
lagu yang sudahlama aku tidak dengar sebelum tidur. Semakin aku penasaran aku
segera menghampiri anak itu..
Setelah aku keluar pagar aku mencari cari anak itu, tetapi suara
itu tiba tiba menghilang. Sejenak aku berfikir apakah itu hanya imajinasiku?
Tetapi yasudahlah..
Aku mulai berbalik beranjak ke kamarku, tiba tiba anak itu ada
dibelakangku!
Anak itu menangis sambil berkata “tolong aku kak”
Akupun masih terdiam bisu dan masih berfikir akan kebingunganku
yang semakin mendalam. Saat aku mulai meresponnya, tanpa sebab anak itu lari ke
taman belakang yang gosipnya taman itu
menyeramkan dan Angker
Hujanpun reda, aku tidak mengikuti anak itu ke taman karna aku
masih ragu.
Ayahku berencana untuk mengadakan pesta dansa ulang tahunku yang
ke 12, tetapi ibuku belum juga pulang.
Ayahku sudah menyebarkan undangan ke setiap orang yang ia kenal
dan ke orang asing pun dia undang.
Aku sedang mengenakan jas dan dasi tiba tiba anak itu muncul
dibelakangku
“ka?..”
“siapa kamu?”
“sebaiknya kaka jangan hadir dipesta ini!”
“memangnya kenapa?”
“aku tidak mau kaka seperti ibuku”
“memangnya ada apa dengan ibumu?”
“…”
“kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?”
“kaka ikut aku sekarang!”
Entah kenapa aku dibawanya tanpa sebab, karna aku penasaran
mengapa ia melarangku jadi aku ikut dengannya.
Ia membawaku ke suatu tempat yang pernah aku datangi, kurasa
tempat itu tak asing bagiku. Aku mencoba mengingat tempat apa ini lalu anak
kecil itu berkata “tunggu sebentar ya kak.”
Setelah hampir 15 menit aku menunggu, anak kecil itu menghampiriku
dan membawakan aku sebuah surat. Perlahan aku buka surat itu tapi anak itu
menggenggam tanganku dengan sangat kencang “ka! Jangan buka disini, aku takut.”
Sambil berkata seperti itu anak itu mengusirku dan menyuruhku pulang.
Awanpun mulai gelap, matahari tidak terlihat karna sudah hampir
jam setengah 7. Pesta yang diadakan ayahku sudah dimulai. Jamuan makanan dan
cemilan menghangatkan suasana, dan iringan musik klasik yang merdu serta
keramaian yang membuatku semakin tidak ingin keluar kamar.
Aku merasa aneh dengan sikap ayahku yang tiba tiba membuatku
merasa takut dengan rayuannya untuk segera turun ke acara pesta dansa yang
meriah itu. Ayahku tidak berkata apapun sedikitpun tetapi bahasa tubuhnya
menyatakan dengan jelas bahwa ia ingin aku turun dan memperkenalkan aku didepan
banyak orang.
Hampir jam 9, pestapun semakin meriah dengan didatangi tamu teman
teman ayahku yang sangat bnyak itu. Aku melihat situasi dan ternyata aman. Aku
segera membuka surat yang diberikan anak kecil itu
“selamat ulang
tahun anakku yang ke 12 tahun, ibu ingin sekali melihat kamu bahagia dan tertawa
bersama dengan adikmu tetapi sayang sekali, adikmu telah tiada karna perbuatan
ayahmu yang keji itu! Ibu mohon lindungi dirimu jangan sampai kamu terbunuh
dipesta ulangtahunmu sendiri seperti adikmu jenifer. Ayahmu membuat pesta ulang
tahun untukmu karna ia ingin membunuhmu untuk mendapatkan seluruh warisan tanpa
ada penerusnya. Maaf sayang, ibu tidak bisa lagi menemuimu ibu hanya bisa
menulis surat untuk terakhir kalinya karna ayahmu mengancam agar jika ibu tidak
gantung diri maka kamulah yang akan dibunuh. Jadi ibu melakukan semuanya agar
kamu aman.. dengarkanlah lagu yang biasa ibu nyanyikan jika kamu merindukanku.
I love u..”
Jatuhlah surat itu dari tangan herry, dan tak sadar pun herry
langsung meneteskan air mata yang sangat deras itu..
“ibu..” (sambil menangis dan tak bisa mengendalikan diri)
Aku mencoba kuat dan tegar, aku simpan kertas itu baik baik aku
nyanyikan dan aku kenang suara dan fotoku bersama ibuku. Anak kecil itu mengapa
ia bisa memegang surat ibuku sedangkan akupun tidak mengenalinya..
“Anak itu!..”
Aku segera keluar tetapi pintu utama ditutup karena pesta sangat
meriah dan ayahku tidak ingin menerima tamu tak diundang lagi, aku berlari ke
pintu halaman belakang dan memanjat pagar rumput yang sangat tinggi itu.
Tetapi semuanya terlambat..
Ayahku ternyata ada dibelakangku sambil membawa pisau kecil mirip
pisau buah, aku terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa. Langkah kecil ayahku
segera menghampiriku dan sedikit demi sedikit berkata sesuatu
“selamat ulang tahun herry sayang yang ke 12 tahun.. datanglah
pada ayah” (sambil mengangkat kedua tangannya seolah ingin memelukku)
Tetapi aku menghindardan aku langsung berlari tetapi entah kenapa
ayahku mengikutiku dengan sangat bersemangat dan pisau buah yang ayah pegang
serasa menunjukku seolah ingin menikmatiku..
“toloongg!!” teriakku dengan sangat kencang
Tetapi tidak ada satu orangpun yang menjawab permintaan tolongku.
Tiba tiba hujan mengguyur dengan derasnya..
Ayahku langsung masuk ke rumah dan aku masih ada dihalaman
belakang, ayah sangat takut sekali jika hujan turun.
“kaa..” suara anak kecil yang memberiku surat terdengar lagi,
“siapa kamu sebenarnya?!”
“aku adikmu yang dibunuh oleh ayah”
“adik..?”
“iyaa, pada saat itu umurku 11 tahun aku kan kaka berbeda rumah.
Ayah mengadakan pesta ulang tahun untukku yang ke 11 tahun dengan meriah sama
seperti kaka, aku saat itu sangat senang karna ayah dan ibuku memberikan aku
boneka beruang yang sangat besar dan rumah rumahan barbie, aku menuip lilin dan
para tamu undangan bertepuk tangan dengan sangat kencang dan meriah. Alunan
musik yang sangat merdu itu membuatku semangat berdansa dan menari bersama
teman temanku, tetapi aku salah. Setelah pesta itu selesai ibuku menghilang dan
hanya tinggal aku dan ayah diruang tamu, ayahku mengucapkan selamat kepadaku
dan memelukku dengan erat. Saat itu aku tidak sadar jika ayah membawa sebuah
pisau kecil tajam seperti pisau buah, aku dipeluknya dan tiba tiba ayah
menusukku dari belakang dan membuangku ke taman halaman belakang disaat hujan
lebat. Saat itu aku masih bisa bernafas dan bisa melihat ibuku yang segera
menghampiriku dan menangis, lalu pandangan itu tiba tiba gelap. Tetapi ibuku
selalu bersamaku, ibu menitipkan surat itu agar kaka tidak sepertiku dan aku
hanya bisa muncul dihadapan kaka jika hujan lebat seperti ini. Jadi aku mohon,
sebelum dibunuh sebaiknya kaka menghindar!”
“…” aku tidak bisa berkata apa apa dan langsung pergi masuk
kedalam rumahku. Aku berlari dan tak sadar para tamu sudah tak ada.
Detak jantungku semakin kencang, seluruh tubuhku gemetar dan tak
bisa mengendalikan diri.
Suara sepatu boot datang menghampiriku, aku dengan perlahan
melihat kebelakang dan ternyata ayahku yang berpakaian seperti selesai menggali
tanah. Kakiku melangkah mundur dan ayahpun melangkah segera menghampiriku,
“Kau apakan adikku?!!” ucapku
“jawab pertanyaanku!”
“sayang, kamu harus bisa membedakan mana imajinasi saat hujan mana
kenyataan hidup” ucap ayah dengan sangat menakutkan.
Aku melangkah mundur dengan cepat dan aku tergelincir, ayahku
dengan semangat mendekatiku dan mengulurkan pisaunya kearahku seperti ingin
menerkamku, aku tak bisa berkata apa apa dan tiba tiba ayahku pingsan karna
bibi mery memukul ayahku dengan vas bunga dan segera membawaku pergi dari rumah
itu, tetapi aku tidak ingin meninggalkan ayah sendirian. Aku bawa ayah kerumah
sakit, akupun harus menerima beberapa jahitan akibat tergelincir.
Menunggu diruang tunggu selama 15 menit..
Dan dokterpun menghampiriku..
“ayahmu sudah lama terkena gangguan jiwa, syukurlah kamu selamat.
Ayahmu akan kami bawa ke RSJ (rumah sakit jiwa) terdekat dan segera mendapatkan
perawatan intens. Jaga dirimu baik baik!”
“terimakasih dok!”
Aku merasa tenang ayahku bisa mendapatkan perawatan yang baik..
Sekarang aku pulang kerumah baruku, aku dan bibi mery sengaja
tidak menghuni rumah lama karena takut kejadian itu terulang lagi, dan sampai
sekarang aku hanya bisa mengenang dan menyanyikan lagu yg ibuku nyanyikan saat
tidur..
“ibuu, Jenifer.. Aku selamat!”
The End
“Be careful, She always with
you in the dark night”
Min kok ga buat cerita lagi ....
BalasHapusCeritanya .. bagus ....
BalasHapus